Dimana Pungsi Konsultan Pengawas…? Jaling Di Cikarang Utara Diduga Amburadul
![]() |
keterangan gambar: awak media dan LSM saat melakukan investigasi
Insidecikarang.com || Bekasi – Proyek peningkatan jalan lingkungan Kampung Baru, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, diduga amburadul alias asal jadi dalam pelaksanaan pengerjaannya tidak sesuai speck, Rabu (11/10/2023).
Pada Saat awak media dan Lsm kelokasi kegitan pada hari Senin (09/10/2023) proyek peningkatan jalan tersebut hamparan Lapisan Pondasi Bawah (LPB) bescous asal ada tidak terhampar rata juga banyak tercampur tanah, dan hamparan pelastik hanya disisi pinggir membungkus papan bigisting yang lebih mirisnya lagi cor beton pada saat dituang ke mobil pok begitu encernya diduga tanpa ada tes uji Slump adalah pengujian yang dilakukan untuk mengukur tingkat konsistensi dari adonan beton yang baru dibuat sebelum digunakan. Slump test dilakukan untuk mengecek kemampuan beton langsung di tuang begitu saja, sedangkan proyek tersebut berasal dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Dan Pertanahan tahun 2023, denga nama Pt. Lindu Lami Asih, pagu anggaran 198.872.700,00.
Ketua Dpd Lsm Prabhu Indonesia Jaya Kabupaten Bekasi, N. Rudiansah mengatakan ke awak media,” pada saat saya cek kelokasi sebagai sosial control sangat miris melihat pekerjaan tersebut terlihat pada penghamparan Bescous sangat asal-asalan tidak merata banyak tercampur puing-puing pecahan batu dan tanah ditambah lagi dalam pengunaan pelastik hanya bagian sisi pinggir membungkus papan bigisting tidak digelar merata dugaan kami pekerjaan jaling tersebut akan mudah retak-retak karena sudah mengurangkan matrial Lapisan Pondasi Bawah (LPB) yang sudah dituangkan di Rencana Anggaran Biaya (RAB), ucapnya.
Padahal pekerjaan tersebut dibiayai oleh Pemerintah dari uang rakyat yang seharusnya berperan aktif dilapangan Konsultan dan Pengawas harus benar-benar bertanggung jawab untuk memberi teguran ke pihak oknum pelaksana untuk memberi teguran apa bila pekerjaan tersebut tidak sesuai Spesifikasi Teknis, jangan membiarkan bekerja semaunya tanpa memikirkan mutu dan kualitasnya, Pungkas N. Rudiansah.
(Red)

