DidugaProyek Pembangunan Bangunan Konservasi Air Dan Anamoli Iklim Bernilai Ratusan Juta DidugaMenggunakan Matrial Bekas Yang Sudah Tidak Layak

Spread the love
Insidecikarang.com || Karawang –  Pembangunan konservasi air pada sektor pertanian menjadi strategi untuk menyiasati dampak perubahan iklim Pertanian yaitu, dam parit Cara ini berguna untuk menyimpan air sekaligus mengatasi kelangkaan air, sehingga dapat meningkatkan luas tanam dan produksi pertanian.
Tapi sayangnya proyek Pembangunan Konservasi air dan antisipasi anamoli iklim yang dikembangkan Pemerintah melalui Kementerian Pertanian Didesa Tanjungmekar kecamatan Pakisjaya, dikerjakan oleh UPKK kelompok Tani Bungin berkarya. sumber dari dana APBN TP Tahun Anggaran 2023, sayangnya diduga dikerjakan bahan matrial tidak sesuai dengan ketentuan. Pasalnya proyek bernilai Rp.100.000.000 (Seratus Juta) tersebut menggunakan Bahan Viva  plaron bekas yang sudah tidak layak pakai.
Hal hasil dari pantauwan awak media Dari Ormas/LSM pakisjaya yang tergabung Aliansi pakisjaya mendatangi pembangunan proyek dilokasi 
Salah satunya Dede Maji ketua PP korcam pakisjaya mengatakan bahwa adanya indikasi menyalagunaan bahan matrial untuk pembangunan bangunan konservasi air dan anamoli iklim pakai bahan Viva plaron bekas 
kami bersama rekan lainnya sebagai lembaga kontrol sosial terpaksa menyampaikan adanya fakta dan inpormasi dari masyarakat pembangunan konservasi air menggunakan bahan Viva plaron bekas sudah tidak layak pakai dan akan kami tindaklanjuti kedepannya “,tegasnya ketua PP.korcam Pakisjaya.

Ditempat yang sama Aceng bunawi ketua Banaspati pakisjaya mewakili rekan lainnya juga mengatakan menurutnya kegiatan proyek tersebut tidak sesuai , baik papan informasi nya yg seharus nya alamat desa Tanjungpakis, tapi yg di pasang alamat desa Tanjungmekar. 

Lebih lanjut Aceng Bunawi menyampaikan awak media  ia juga mengatakan hal yang sama dari matrial yang akan di gunakan sprti viva paralon pun barang bekas, Kami bersama Ruslan Ketua Gibas CD.Hasan Betok ketua NKRI, Dede Maji ketua PP,  juga Empu ketua LMP, wilayah kecamatan Pakisjaya” hanya ingin meluruskan terkait proyek tersebut, 
Ia juga menambahkan tadi dilokasi anak dari salah satu pelaksana memerintahkan ke pekerja  utk di bongkar bangunan tersebut.
“Pertanyaan sy dan rekan” ormas/ LSM ada apa ko bangunan tersebut di bongkar sedangkan aliansi ormas/ LSM pakis jaya hanya ingin proyek tersebut harus di sesuaikan dengan RAB
Sesuai UU KIP “,pungkasnya Ketua Banaspati.
Nr/Ms

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *