RSUD Cabangbungin Luncurkan Inovasi “BERSIHAN” Sulap Sampah Jadi Green Hospital, Indeks Kepuasan Masyarakat Melonjak

Oplus_131072

Spread the love

 

 

Insidecikarang.com || Kabupaten Bekasi — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin menghadirkan terobosan baru dalam mewujudkan lingkungan pelayanan kesehatan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan melalui program inovasi bertajuk “BERSIHAN” (Bersama Peduli Higiene Sanitasi Lingkungan). Inovasi ini tidak hanya berfokus pada estetika visual, tetapi juga secara fundamental mengubah tata kelola sanitasi rumah sakit dari hulu ke hilir.

Menjawab Tantangan Sanitasi dan Keluhan Publik

Fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit infeksi nosokomial (Healthcare-Associated Infections/HAIs). Sebagai fasilitas kesehatan utama di wilayah Bekasi bagian utara dengan volume kunjungan pasien yang tinggi, RSUD Cabangbungin sempat menghadapi tantangan terkait kebersihan area publik—khususnya toilet—serta pengelolaan sampah domestik yang didominasi oleh 60% limbah anorganik dan 40% limbah organik.

 

Menanggapi hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan keluhan operasional, Rizal Yanuar, S.Kep.M.Si (Jabatan Struktural RSUD Cabangbungin) menginisiasi program BERSIHAN sebagai solusi integratif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

 

“Kebersihan lingkungan rumah sakit bukan sekadar tugas penyedia jasa cleaning service, melainkan tanggung jawab moral dan budaya bersama seluruh civitas hospitalia. Melalui inovasi BERSIHAN, kita mentransformasi sistem kerja dan kesadaran bersama demi keselamatan serta kenyamanan pasien,”ujar Rizal Yanuar.

 

Enam Pilar Utama Inovasi BERSIHAN

Inovasi BERSIHAN mengintegrasikan enam pilar operasional utama yang dijalankan secara disiplin dan terukur:

 

Internalisasi Budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin): Mengombinasikan prinsip manajemen manufaktur Jepang dengan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) medis untuk menata ruang kerja dan area pelayanan.

 

Minimasi Limbah Anorganik (3R & Ecobrick): Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mengolah sampah botol/plastik non-medis menjadi ecobrick untuk struktur taman serta pot hidroponik.

 

Pengelolaan Limbah Organik via Biopori: Mengubah sampah organik sisa dapur menjadi pupuk kompos alami melalui instalasi 10+ lubang resapan biopori PVC, yang sekaligus meningkatkan daya serap air tanah hingga 40 kali lipat untuk mencegah genangan.

 

Edukasi Visual Masif: Pemasangan poster dan media informasi edukatif di seluruh koridor dan area tunggu pasien mengenai pilar kebersihan, pemilahan sampah, serta Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

 

Pelatihan Profesionalitas Petugas Kebersihan: Peningkatan kompetensi berkala bagi petugas cleaning service terkait teknik disinfeksi ruang infeksius dan penanganan tumpahan cairan tubuh (spill kit).

 

Penghijauan Terintegrasi (Green Hospital): Penataan taman, pemanfaatan tanaman hidroponik, dan penanaman pohon peneduh di area terbuka rumah sakit.

 

Dampak Nyata dan Capaian Inovasi BERSIHAN

Lonjakan Skor IKM: Secara signifikan mendongkrak nilai Indeks Kepuasan Masyarakat RSUD Cabangbungin menuju kategori “Sangat Baik”.

Efisiensi Pemeliharaan: Memproduksi pupuk organik mandiri dan media tanam daur ulang, menekan biaya perawatan taman.

 

Mitigasi Risiko Infeksi: Menurunkan risiko infeksi nosokomial (HAIs) melalui penerapan protokol desinfeksi standar PPI yang terukur.

 

Sistem Hukum Mengikat: Diperkuat dengan Keputusan Direktur RSUD Cabangbungin No. KS.02.08/054/RSUD-CB/2024 sehingga menjadi standar operasional resmi.

 

Inovasi Berkelanjutan yang SIap Direplikasi

Keberhasilan RSUD Cabangbungin dalam mengimplementasikan inovasi BERSIHAN tidak hanya

memberikan kenyamanan fisik bagi pasien dan tenaga medis, tetapi juga menjadi model percontohan

(blueprint) bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Puskesmas di wilayah Kabupaten Bekasi.

Melalui semangat kolaborasi ini, RSUD Cabangbungin membuktikan bahwa transformasi rumah sakit yang

bersih, asri, ramah lingkungan, dan berfokus pada kepuasan masyarakat dapat diwujudkan secara efektif dan efisien.

 

(Heru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *