Kericuhan Pecah Saat Pembongkaran Bangli, Diduga Pemilik Kafe Pinggir Kali Malang Lakukan Penolakan

Insidecikarang.com || Kab.Bekasi – Kericuhan sempat terjadi saat proses pembongkaran bangunan liar (bangli) di pinggir kali Malang,Cikarang puast pada Selasa, 16 Desember 2015]. Insiden tersebut diduga dipicu oleh penolakan dari pemilik sebuah kafe remang remang yang bangunannya berdiri di atas lahan bantaran sungai.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pembongkaran dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, aparat kelurahan, serta unsur keamanan. Namun, saat alat berat mulai bekerja, situasi mendadak memanas. Adu mulut antara petugas dan pihak pemilik bangunan tak terhindarkan hingga menarik perhatian warga sekitar.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, pemilik kafe diduga tidak menerima bangunannya dibongkar dan melakukan protes keras. Bahkan, suasana sempat ricuh ketika terjadi aksi saling dorong antara pihak yang menolak pembongkaran dan petugas di lapangan.
“Awalnya cuma adu argumen, tapi lama-lama emosinya naik. Warga juga sempat panik karena suara teriakan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Petugas berusaha menenangkan situasi dan meminta pemilik bangunan untuk mematuhi prosedur yang telah ditetapkan. Aparat keamanan pun memperketat pengamanan guna mencegah kericuhan meluas dan memastikan proses penertiban tetap berjalan sesuai aturan.
Pihak berwenang menyatakan bahwa pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan bantaran sungai serta upaya normalisasi aliran kali untuk mencegah banjir. Sebelumnya, pemilik bangunan disebut telah menerima surat peringatan dan sosialisasi terkait penertiban bangunan liar.
Hingga pembongkaran dilanjutkan, situasi di lokasi berangsur kondusif. Tidak ada laporan korban luka serius dalam insiden tersebut. Aparat masih melakukan pendataan serta evaluasi lanjutan terkait kejadian itu.
(Heru)
